Feeds:
Pos
Komentar

Fenomena hasil pendidikan yang terlihat pada kehidupan sehari-hari saat ini:

  1. Meningkatnya ketidaksetaraan dalam berbagai bidang: kesejahteraan, kesempatan, keadilan
  2. Adanya pembagian ruang antara pendidikan untuk anak orang kaya/miskin, anak cerdas/bodoh, anak berprestasi/lemah, anak berkebutuhan khusus/umum, sekolah swasta/negeri Lanjut Baca »

Anda membutuhkan pelatihan  seputar dunia pendidikan abad 21? 

Ikuti pelatihan PROFESIONALISME GURU bersama


SERIAL PELATIHAN GURU – BEE CENTRE:

PROFESIONALISME GURU DALAM MENANGANI ANAK

PENDAHULUAN:

 Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sementara sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, karakter serta keterampilan. Ketiga faktor tersebut tidak bisa  dibentuk secara instan,  tetapi  melaui proses yang berkelanjutan dari semenjak dini (usia balita) hingga dewasa. Pendidikan merupakan bagian terintegrasi dengan proses tersebut sehingga menjadi penting bila guru, kurikulum, dan program kegiatan pembelajaran haruslah sinergi dan berkualitas untuk menghasilkan anak-anak  kompeten di masa depannya. Lanjut Baca »

Menghindari dan Mengatasi Kejahatan Seksual

( By: Emmy Soekarno S.Pd)

Maraknya berita tentang kekerasan seksual pada anak membuat kita sebagai orang tua dan pendidik harus membekali putra-putri kita dengan pelajaran pengembangan diri. Tema yang akan saya tuliskan ada kaitannya dengan pelajaran tersebut, yaitu menghindari dan mengatasi kejahatan seksual. Materi ini saya dapat setelah mengikuti seminar psikologi dari narasumber Emmy Soekarno, S.Pd.

Apakah kejahatan seksual itu?

Ciri-ciri umum dari kejahatan seksual adalah adanya posisi dominan dari seorang dewasa yang membuat dia bisa memaksa atau merayu seorang anak dalam kegiatan seksual. Kejahatan seksual meliputi kontak fisik dan non kontak fisik.

Kontak fisik:

  • Meraba genital anak, masturbasi, kontak oral genital, penetrasi genital, intercourse melalui vagina atau anal.

Kontak non fisik:

  • Publikasi kegiatan pornoaksi, pornografi anak, kejahatan yang dilakukan teman sebaya .

Dampak dari seorang anak yang mendapatkan perlakuan seksual dari orang tua/keluarganya cenderung memiliki masalah tingkah laku seperti mudah cemas berpisah sampai stress pasca trauma.

Melindungi anak dari kekerasan seksual

  • Ajari anak untuk melakukan komunikasi terbuka dengan orang tua terutama ibunya. Bangun ikatan komunikasi yang kuat antara anak dan orang tua. Dorong mereka untuk bicara tentang pengalaman mereka.
  • Ajari anak pendidikan seksual dasar. Katakan pada mereka bahwa tidak boleh ada yang menyentuh bagian badan tertentu pada tubuhnya karena tubuh itu adalah hak mereka. Sehingga sangat boleh bila mereka tidak ingin melakukan atau tidak mau disentuh/dipeluk oleh orang lain.
  • Ajari anak anda bahwa kegiatan seksual yang dilakukan orang dewasa terhadap mereka adalah melanggar hukum dan salah. Jangan pernah ragu untuk melaporkannya kepada orang-orang yang mereka percaya.
  • Tidak perlu mendorong anak untuk memeluk/mencium sanak saudara. Perlu diingat bahwa kejahatan seksual biasanya dilakukan oleh orang terdekat. Biarkan anak mengekspresikan rasa sayangnya dengan cara mereka sendiri.
  • Usahakan orang tua mengenal teman dan keluarga teman dari anak.
  • Ajari anak untuk tidak mudah memercayai omongan/perintah orang lain tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada ibu/ayah/keluarga/kerabat terdekat yang sangat dipercaya. Kita bisa mengajarkan mereka untuk menghubungi no telepon dari orang-orang kepercayaan keluarga. Bila ada kejahatan jangan takut untuk melapor ke polisi terdekat.
  • Ajarkan kemandirian kepada anak dan kewaspadaan, bukan menakut-nakuti.

    Keamanan Diri

  • Fokus pada hal positif.
  • Waspada terhadap gerak-gerik orang yang tidak kita kenal.
  • Mengontrol keadaan: membuat pilihan terbaik bagi dirinya, menolak sesuatu yang ditawakan kepada dirinya, melatih keterampilan menyelamatkan diri saat kondisi darurat.
  • Mencari bantuan kepada orang yang tepat saat terpisah dari orang tua atau kondisi darurat.
  • Buat batasan yang jelas dan sesuai seperti pergaulan, jam main, cara berpakaian. Pada saat tersebut kita mengajari anak untuk membangun rasa percaya diri dan memperbaiki cara bergaul dengan orang lain.

    Bagaimana mengatasinya?

    Bila ada anak yang menjadi korban kekerasan seksual maka katakan kepadanya untuk:

  • Laporkan kepada LSM atau komnas perlindungan anak, polisi.
  • Beri anak lingkungan yang aman saat dia berbicara kepada orang tua/guru/orang dewasa yang ia percaya. Motivasi anak untuk bercerita tentang apa yang terjadi. Jaga perasaan agar tetap tenang saat mendengarkannya bercerita dan jangan mengganggu emosi anak.
  • Siapkan anak untuk melakukan medical check up.
  • Yakinkan anak bahwa dia tidak melakukan kesalahan.
  • Carilah ahli jiwa untuk membantu kondisi kejiwaannya.

Kesulitan belajar yang sering ditemukan pada anak adalah gangguan konsentrasi. Kasus yang sering dijumpai adalah anak kurang memperhatikan pelajaran, tidak fokus pada satu kegiatan, sering lupa, kurang teratur hidupnya, tidak bisa memahami bacaan, terdapat kata-kata yang hilang saat menulis/membaca, dll. Untuk kasus seperti itu, kecenderungan orang tua menganggap anak tersebut adalah autis. Sebenarnya kita harus melihat terlebih dahulu penyebabnya sebelum memberikan kesimpulan. Umumnya kesulitan belajar yang berupa gangguan konsentrasi dikarenakan tidak mengerti konsep, tidak mampu mengoneksikan, atau tidak dapat berpikir sistematis.

Dalam menentukan kesulitan belajar guru/orang tua dapat melakukan identifikasi dengan mengamati perkembangan empat aspek yaitu: keseimbangan, body image, lateralisasi dan visual motorik. Pengamatan itu dapat dilakukan dengan meminta anak melakukan gerakan sesuai perintah yang diberikan oleh guru/orang tua. Kegiatan ini dinamakan assessment.

Apabila anak sudah terdeteksi memiliki hambatan dalam beberapa atau seluruh aspek yang diamati maka orang tua/guru dapat melakukan penangan dengan menggunakan terapi gerak. Terapi gerak diduga dapat meminimalkan gangguan belajar pada anak. Hal ini didasarkan bahwa gerakan yang terjadi pada manusia sangat erat kaitannya dengan fungsi otak.

Sebagai contoh kasus adalah siswa dengan gangguan konsentrasi ADD,

Ciri-cirinya:

  1. Selalu mencari gampang
  2. Tidak bisa memahami bacaan
  3. Tidak bisa mengkoneksikan aturan dengan kehidupan pribadi

Maka penanganannya adalah:

  • Biarkan anak mendapatkan konsekuensi dan memecahkan masalah sendiri
  • Dielus dada atau punggung
  • Tidur di atas bola kemudian digoyangkan
  • Duduk simpuh dengan tangan menempel di lantai, dll

Di bawah ini merupakan tahap awal untuk mendeteksi kondisi anak yang mengalami gangguan konsentrasi.

(lihat table)Contoh assessment

Dalam melakukan assessment perlu diperhatikan:

  • Tidak memberikan dua aktivitas dalam waktu bersamaan misal lompat ke kiri dan kanan 5 kali
  • Instruksi tidak terlalu panjang
  • Berikan contoh sebelum memberikan instruksi
  • Katakan apa yang diharapkan dari hasil pekerjaannya di awal
  • Tidak disamakan antara usia dengan ketrempilan
  • Bedakan antara assessment dengan treatment

Penanganan anak yang mengalami kesulitan belajar dengan terapi gerak dapat diuraikan sebagai berikut:

Terapis keseimbangan Anak berjalan

  • di atas papan titian berukuran lebar =7 cm, tebal=3cm, dan panjang 2m
  • di atas papan titian berukuran lebar=5 cm, tebal=3 cm, dan panjang = 2 m
  • di atas papan titian berukuran lebar 3 cm, tebal = 3 cm dan panjang =2m

Anak berjalan pelan dengan posisi badan tegak, pandangan lurus ke depan, tangan direntang lurus ke samping. Anak maju sebanyak 5 kali maju dan lima kali mundur.

Apabila badan anak tidak seimbang maka fasilitator dapat memgang pundak dari belakang. Atau anak berjalan di antara dua papan titian yang berjarak satu telapak kaki melebar.

Anak melompat

  • di atas busa tebal 40 x 45 x 5 cm, dengan jumlah 5 buah, dan berjarak 30 cm.

Anak melompat dari satu busa ke busa lainnya instruksi berupa tepuk tangan atau suara hap. Lihat keseimbangan badannya, lakukan 10 selama menit. Apabila anak sudah mahir maka latihan dapat bervariasi yaotu lompat, jalan, melintasi busa menurut kode instruksi dari fasilitator.

Anak berjalan di atas busa dengan instruksi dari fasilitator
Anak memindahkan balok pipih berukuran 30 x 30 x 3 cm terbuat dari kayu dan bermetal di tengahnya. Jumlah balok adalah 2 buah dan beratnya 3 kg.

Anak diminta untuk berdiri tegak dan mengambil balok dari satu sisi kemudian meletakkan balok di sisi lain, dengan posisi badan tegak dan kaki tidak menekuk.

Anak berdiri satu kaki di atas

  • bola besar
  • bola sedang
  • bola kecil
Anak berdiri satu kaki di atas bola dengan posisi badan tegak dan pandangan lurus ke depan. Kemuadian tangan direntang lurus ke samping. Lakukan selama satu menit, secara bergantian kanan dan kiri.
Anak jalan jinjit/ loncat di trampoline Lakukan secara pelan selama 10 hitungan
Terapis laterisasi
  • tidur miring
  • berjalan di tempat/ baris berbaris
  • Anak tidur miring dengan tangan diletakkan di samping dan dijepit oleh badan
  • Anak berjalan di tempat dan menggerakkan tangan secara berlawanan
Terapis visual dan koordinasi
  • Anak melempar dan menangkap bola dengan tangan, dengan posisi duduk emoh
  • Anak melempar dan menangkap bola dengan menggunakan alat bantu seperti ember/keranjang sampah, dan posisi duduknya emoh
  • Bola diberikan track berupa tali yang dibentangkan.
  • Bila bolanya besar dapat menggunakn dua tangan
  • Bila nolanya kecil maka tangan kanan melempar bola dan kiri menangkapnya atau bergantian
  • Bila menggunakan alat maka lempar dengan tangan dan tangkap dengan keranjang
  • Apabila tidak mau duduk maka bisa berdiri
  • Lakukan selama 10 kali bolak-balik.
  • Memasukkan air ke bejana
  • Memasukan air dari dua bejana yang lubangnya berukuran sama sampai berbeda
  • Memasukkan air ke tempat menyiram tanaman dan menuangkannya
  • Menggambar lingkaran dengan dua tangan
  • Mengikuti gambar lingkaran dengan dua tangan
  • Tangan anak memegang spidol dan membuat lingkaran dari yang terkecil sampai terbesar, lihat konsistensi dan ketepatan garisnya. Lakukan selama 1 menit.
  • Kedua tangan anak memegang spidol dan mengikuti gamabar lingkaran yang telah disediakan, lihat konsitensi garisnya

Lakukan untuk arah ke kanan kemudian ke kiri.

Dribble bola basket dengan pandangan lurus, mulai dari samping kiri, kanan, depan Pandangan anak harus lurus ke depan dan mendribble bola dalam waktu 10 menit, bergantian kanan kiri
Terapis body image Anak tidur di matras dan tangannya memegang tali dari fasilitator
Ketika tali diangkat, maka anak harus mengangkat kepala dan badannya dengan kaki tetap di bawah dan posisinya lurus serta rapat. Lakukan sampai hitungan ke enam.

Duduk dengan kaki dilipat ke belakang kemudian tangan diangkat ke atas dan ditarik

Lakukan gerakan stretching ini sampai hitungan ke enam

Tidur telungkup dengan kaki lurus

  • Tidur telungkup dengan kaki lurus dan badan diangkat kepala tegak sampai hitungan ke enam
  • Tidur telungkup lalu kaki kanan diangkat dan tangan kiri diangkat atau sebaliknya
  • Tidur telungkup dengan dua tangan dan dua kaki diangkat sampai hitungan ke enam

Lakukan duduk seperti gambar di bawah ini

Lakukan sebanyak 6 kali untuk kanan dan kiri, dan pantat sebaiknya menempel ke lantai.
Relaksasi

Tidur telungkup dengan posisi seperti gambar di bawah ini

Duduk bersimpuh dan badan dibungkukan sampai mencium lantai dan tangan lurus ke depan

Punggung dapat dipijat dengan arah pijatan ke luar, mulai dari atas sampai bawah punggung. Sebaiknya diiringi music yang iramanya ringan. Bila badannya bergerak maka fasilitator dapat memegang kepalanya.

Menyenangkan sekali membaca buku cerita yang penulisnya adalah anak-anak. Tema cerita yang sederhana dengan penulisan kalimat yang mudah dimengerti membuat karya tersebut menarik untuk dibaca. Bagaimana cara membangkitkan keterampilan menulis pada anak-anak agar mereka dapat terus bersemangat menuangkan ide ke dalam tulisan?

  • Berikan tanggapan yang positif terhadap hasil karya/ide/tulisan ataupun gambar,
  • Jangan pernah menyelesaikan tugas anak. Biarkan mereka bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya, serta membantunya untuk mengembangkan sikap percaya diri,
  • Hindari kritikan carilah sisi positif anak,
  • Biarkan dia meniru untuk langkah awal,
  • Doronglah anak untuk menuliskan segala kejadian dalam buku diary/jurnal,

Cara untuk membangkitkan motivasi menulis adalah:

  • Ajaklah mereka untuk bergaul dengan orang yang inspiratif dan memiliki kemampuan dalam berbagai hal,
  • Membangun sugesti positif bahwa mereka dapat membuat tulisan yang menarik tentang berbagai hal yang ditemukan di sekitarnya,
  • Pasanglah atau berikan pujian atas hasil karyanya dan publikasikan kepada orang terdekat.

Selamat mencoba!

Mengajak anak belajar di rumah seringkali menghadapi kendala. Entah karena anaknya yang menolak atau kesibukan orang tua sehingga tidak ada waktu untuk membimbing anaknya belajar. Jadi bagaimana ya? Ada cara mengajak anak untuk belajar yang menyenangkan di rumah.

  • Melalui mendongeng
  • Bermain

Mendongeng merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak berusia di bawah 8 tahun. Manfaat mendongeng bertujuan:

  1. Memicu kekuatan berpikir: anak akan terbawa oleh alur cerita yang berisi harapan, cinta, keberhasilan tanpa merasa digurui. Rasa ingin tahu akan bangkit sehingga mereka akan bersemangat untuk menebak akhir cerita.
  2. Membangkitkan kemampuan visual: alur cerita dapat membuat mereka berimajinasi tentang tempat, bentuk, pemandangan, warna, suara dan lain-lain.
  3. Mengaitkan kata-kata dengan gambar: belajar untuk mengoneksikan antara gambar dengan kata-kata.
  4. Memupuk pengertian terhadap orang lain: dari kegiatan mendongeng anak dapat membedakan karakter baik dan buruk.
  5. Menggambarkan budaya yang berbeda: memberikan wawasan kepada anak tentang keanekaragaman budaya, perilaku, kehidupan berbagai negara.

Ajaklah anak untuk berdiskusi setelah mendengarkan cerita, dengan demikian kita membantu mengembangkan kemampuan analisis di dalam otak anak sejak dini.

Selain mendongeng ajaklah anak untuk bermain di dalam atau di luar rumah. Sediakan fasilitas permainan berupa:

  1. Mainan plastik atau balok kayu: merangkai mainan konstruksi akan mengembangkan koordinasi tangan dan matanya serta meningkatkan daya konsentrasi.
  2. Cat atau crayon: dapat mengembangkan kemampuan motorik halus dan kepercayaan diri.
  3. Tanah liat atau malam: merangsang kreativitas untuk membuat sesuatu.
  4. Audio visual seperti games interaktif di komputer.
  5. Barang bekas: menstimulasi kemampuan anak untuk dapat berpikir kreatif, mengolah barang yang tidak terpakai menjadi barang yang bermanfaat.
  6. Bola besar dan bola kecil: untuk mengasah konsentrasi, keseimbangan gerak, motorik kasar dan motorik halus.
  7. Olah raga: renang, hiking, outbond, berkuda, arung jeram, dll
  8. Kunjungan ke tempat edukatif seperti museum, reservasi hutan, penangkaran hewan, dll

Biarkan anak membuat keputusan untuk bermain dengan permainan yang dia inginkan. Jadilah teman dan pembimbing yang baik agar anak mendapatkan hasil yang optimum dari mainan yang dimilikinya. Cermatilah dalam memilih mainan, pikirkan manfaat yang akan diperoleh dari mainan tersebut tanpa mengurangi kesenangan yang terdapat di dalamnya. Kegiatan ini dapat mengasah intelektual anak dan tanpa disadari oleh orang tua serta anak sebenarnya mereka telah melakukan belajar sambil bermain.

Ada rumus empat M untuk acuan dalam pembelajaran di rumah bersama orang tua yaitu membaca dan meneliti, mendorong dan menghargai, meninjau kembali dan menerapkan, manajemen waktu. Menyenangkan bukan?!